.Adsblock { width: auto; height: auto; margin: 0px; text-align: center; padding: 5px; } .Adsblock-left-top { width: 150px; height: 150px; margin-bottom: 10px; } .Adsblock-left-bottom { width: 150px; height: 150px; } .Adsblock-right-top { float: right; width: 150px; height: 150px; } .Adsblock-right-bottom { float: right; width: 150px; height: 150px; } .Adsblock img { height: 150px; width: 150px; border: none; } .Clearadsblock { width: 100%; clear: both; }

Total Tayangan Halaman

Entri Populer

Minggu, 16 Januari 2011

Jendral Besar Soedirman

Jenderal Besar Sudirman

Jenderal Besar Sudirman merupakan pahlawan yang pernah untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan pejajahan. Saat usianya masih yang masih relatif muda yaitu saat berumur 31 tahun sudah menjadi seorang jenderal. Walaupun menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda.

Soedirman dilahirkan pada tanggal 24 Januari 1916 di Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Karsid Kartawiradji, seorang mandor tebu pada pabrik gula di Purwokerto. Ibunya bernama Siyem, berasal dari Rawalo, Purwokerto. Mereka adalah keluarga petani.

Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini. 

SOEDIRMAN PANGLIMA BESAR YANG BERPRINSIP

Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, begitu kata pepatah. Kita teladani Pak Dirman, yang berprinsip, mencintai rakyat, bijak dan teguh.

Berprinsip.

" … perjuangan kita harus didasarkan pada kesucian," demikian yang disampaikan Pak Dirman dalam pidato pelantikan beliau menjadi Panglima Besar. Prinsip yang mencerminkan sikap jujur, adil, dan dapat dipercaya tersebut beliau pegang teguh dalam setiap tindakan yang beliau ambil. Misalnya saja, setelah menandatangani persetujuan gencatan senjata dengan Belanda, Jendral Sudirman menghormati semua aspek yang telah disetujui kedua belah pihak, walaupun perjanjian tersebut ternyata banyak merugikan negara Indonesia. Dengan prinsipnya tersebut, beliau juga menenangkan pasukannya untuk mengambil sikap bijaksana. Ternyata, pihak musuhlah yang lebih dulu melanggar gencatan senjata yang telah disepakati, dengan melaksanakan Agresi II.

Mencintai rakyat.

Kecintaan Pak Dirman pada Rakyat telah terbentuk jauh sebelum beliau menjadi pemimpin bangsa. Dengan pengetahuan, tenaga, kemampuan yang dimiliki, Soedirman muda yang waktu itu sudah menjadi tokoh masyarakat setempat berupaya membantu rakyat tidak hanya dalam bidang pendidikan (mengajar di sekolah rakyat), tapi juga dalam hal kepemimpinan (melalui organisasi pandu yang beliau pimpin), dan ekonomi (melalui kegiatan koperasi yang beliau rintis). Kecintaan pada rakyat terus berlanjut ketika beliau memasuki masa dinas ketentaraan. Jendral Soedirman sadar bahwa rakyat pada awal berdirinya Republik Indonesia banyak mengalami tekanan baik secara ekonomi, politik, maupun sosial. Beliau juga paham bahwa Tentara Republik Indonesia tidak bisa berjuang sendirian untuk membangun bangsa. Untuk itu Pak Dirman dan pasukan berjuang untuk dan bersama rakyat. Perjuangan rakyat yang pada awalnya cenderung terkotak-kotak berdasarkan idealisme dan kedaerahan dihimbau untuk bersatu melawan musuh yang ingin kembali bertakhta, sambil berupaya terus membangun bangsa walaupun dengan sarana yang terbatas.

Bijak.

Seperti layaknya seorang pemimpin besar, Pak Dirman terkenal sebagai sosok pemimpin yang bijak, baik dalam berkata-kata maupun dalam bertindak. Ketika Presiden Soekarno memerintahkan Jenderal Soedirman dan Pasukan untuk "mundur" sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Renville, sang jendral tidak langsung protes. Dengan saksama Jendral Soedirman memikirkan cara terbaik untuk menjalankan perintah tersebut tanpa mematahkan semangat anak buah yang mungkin saja merasa harga diri mereka terinjak-injak karena harus mundur. Kemudian, sang pemimpin besar memerintahkan anak buahnya dengan kata-kata yang bijak namun tegas untuk "hijrah" dari garis belakang pasukan Van Mook. Masa "hijrah" ini digunakan Jendral Besar Soedirman dan pasukannya untuk membangun strategi dan menyusun kekuatan yang lebih besar.

Teguh.

Keteguhan hati Pak Dirman sudah terlihat sejak masa beliau aktif di kepanduan. Pada suat kegiatan kepanduan di padang terbuka di daerah pegunungan, banyak peserta yang menyerah pada hawa dingin dan bergegas pulang. Tidak demikian dengan Soedirman muda yang teguh bertahan di medan yang dingin untuk menyelesaikan tugas yang telah dibebankan kepadanya. Keteguhan ini juga diperlihatkan beliau pada masa bergerilya. Walaupun kondisi fisik lemah, Jenderal Soedirman tetap teguh mendampingi pasukannya di lapangan untuk menyusun kekuatan mengusir musuh. Keteguhan ini merupakan salah satu kualitas yang membuat berbagai pihak hormat dan percaya kepada pemimpin bangsa yang satu ini. Perjuangan Jenderal Soedirman menunjukkan bahwa prinsip, kecintaan pada rakyat, sikap bijak, dan keteguhan hati yang senantiasa dilandaskan pada niat yang suci merupakan landasan penting dalam bertindak.

Kata-kata Mutiara Sudirman

Yogyakarta 12 November 1945
Tentara hanya memiliki kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini, lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh. Tunduk kepada pimpinan atasannya dengan ikhlas mengerjakan kewajibannya, tunduk kepada perintah pimpinannya itulah yang merupakan kekuatan dari suatu tentara. Bahwa negara Indonesia tidak cukup dipertahankan oleh tentara saja, maka perlu sekali mengadakan kerjasama yang seerat-eratnya dengan golongan serta badan-badan di luar tentara. Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau siapapun juga.
Diucapkan dihadapan konferensi TKR dan merupakan amanat pertama kali sejak menjabat sebagai Pangsar TKR. Yogyakarta , 1Januari 1946


Tentara bukan merupakan suatu golongan di luar masyarakat, bukan suatu "kasta" yang berdiri di atas masyarakat. Tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu.
Amanat yang tertuang dalam maklumat TKR. Yogyakarta 17 Pebruari 1946


Kami tentara Republik Indonesia akan timbul dan tenggelam bersama negara.
Amanat dalam rangka memperingati setengah tahun kemerdekaan RI. Yogyakarta 9 April 1946


Jangan sekali-kali diantara tentara kita ada yang menyalahi janji, menjadi pengkhianat nusa, bangsa dan agama, harus kamu sekalian senantiasa ingat, bahwa tiap-tiap perjuangan tertentu memakan korban, tetapi kamu sekalian telah bersumpah ikhlas mati untuk membela temanmu yang telah gugur sebagi ratna, lagi pula untuk membela nusa, bangsa dan agamamu, sumpah wajib kamu tepati, sekali berjanji kamu tepati.
  • Percaya kepada kekuatan sendiri
  • Teruskan perjuangan kamu.
  • Pertahankan rumah dan pekarangan kita sekalian.
  • Tentara kita jangan sekali-kali mengenal sifat dan perbuatan menyerah kepada siapapun juga yang akan menjajah dan menindas kita kembali.
  • Pegang teguh disiplin tentara lahir dan batin jasa pahlawan kita telah tertulis dalam buku sejarah Indonesia, kamu sekalian sebagai putera Indonesia wajib turut mengisi buku sejarah itu.
Amanat dalam rangka peresmian status kedudukan TRI bagian udara sejajar dengan TRI lainnya. Yogyakarta 25 Mei 1946.


Sanggup mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia, yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, sampai titik darah yang penghabisan. Sanggup taat dan tunduk pada Pemerintah Negara Republik, yang menjalankan kewajibannya, menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan mempertahankan kemerdekaannya sebulat-bulatnya. Sejengkal tanahpun tidak akan kita serahkan kepada lawan, tetapi akan kita pertahankan habis-habisan...................... Meskipun kita tidak gentar akan gertakan lawan itu, tetapi kitapun harus selalu siap sedia.
Amanat dihadapan presiden/panglima tertinggi APRI untuk mengikrarkan sumpah anggota pimpinan tentara. Yogyakarta 27 Mei 1945


Meskipun kamu mendapat latihan jasmani yang sehebat-hebatnya, tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah ! Kepandaian yang bagaimanapun tingginya, tidak ada gunanya jika orang itu mempunyai sifat menyerah ! Tentara akan hidup sampai akhir jaman, tentara akan timbul dan tenggelam bersama negara !

Soedirman Kecil

Soedirman dilahirkan pada tanggal 24 Januari 1916 di Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Karsid Kartawiradji, seorang mandor tebu pada pabrik gula di Purwokerto. Ibunya bernama Siyem, berasal dari Rawalo, Purwokerto. Mereka adalah keluarga petani. Sejak masih bayi, Soedirman telah diangkat sebagai anak oleh R.Tjokrosunaryo, Asisten Wedana (Camat) di Rembang, Distrik Cahyana, Kabupaten Purbalingga, yang kawin dengan bibi Soedirman. Setelah pensiun, keluarga Tjokrosunaryo kemudian menetap di Cilacap. Dalam usia tujuh tahun Soedirman memasuki Hollandsche Inlandsche School (HIS) setingkat Sekolah Dasar di Cilacap. Dalam kehidupan yang sederhana, R. Tjokrosunaryo mendidik Soedirman dengan penuh disiplin. Soedirman dididik cara-cara menepati waktu dan belajar menggunakan uang saku sebaik-baiknya. Ia harus bisa membagi waktu antara belajar, bermain, dan mengaji. Soedirman juga dididik dalam hal sopan santun priyayi yang tradisional oleh Ibu Tjokrosunaryo.
Soedirman Remaja

Pada tahun 1930, Soedirman tamat dari HIS. Pada tahun 1932 Soedirman memasuki Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO) setingkat SLTP. Setahun kemudian, is pindah ke Perguruan Parama Wiworo Tomo dan tamat pada tahun 1935. Di sekolah, Soedirman termasuk murid yang cerdas dan rajin mengikuti pelajaran yang diajarkan gurunya. Soedirman menunjukkan minatnya yang besar pada pelajaran bahasa Inggris, ilmu tata negara, sejarah dunia, sejarah kebangsaan, dan agama Islam. Demikian tekunnya Soedirman mempelajari agama Islam sehingga oleh teman-temannya diberi julukan "kaji".

Soedirman Menjadi Pandu Ia juga aktif di organisasi kepanduan (sekarang Pramuka) Hizbul Wathon (HW) yang diasuh oleh Muhammadiyah. Melalui kegiatan kepanduan ini, bakat-bakat kepemimpinan Soedirman mulai kelihatan. Ia ternyata seorang pandu yang berdisiplin, militan, dan bertanggung jawab. Hal ini terlihat ketika Hizbul Wathon mengadakan jambore di lereng Gunung Slamet yang terkenal berhawa dingin. Pada malam hari udara sedemikian dinginnya, sehingga anak-anak HW tidak tahan tinggal di kemah. Mereka pergi ke rumah penduduk yang ada di dekat tempat tersebut,hanya Soedirman sendiri yang tetap tinggal di kemahnya.
Soedirman Guru Sekolah, Ketua Koperasi, Anggota Legislatif

Setelah lulus dari Parama Wiworo Tomo, ia menjadi guru di HIS Muhammadiyah. sebagai seorang guru, Soedirman tetap aktif di Hizbul Wathon. Pada tahun 1936, Soedirman memasuki hidup baru. Ia menikah dengan Siti Alfiah, puteri Bapak Sastroatmodjo, dari Plasen, Cilacap yang sudah dikenalnya sewaktu bersekolah di Parama Wiworo Tomo. Dari perkawinan ini, mereka dikaruniai 7 orang anak. Pada awal pendudukan Jepang, Sekolah Muhammadiyah tempat is mengajar ditutup. Berkat perjuangan Soedirman sekolah tersebut akhirnya boleh dibuka kembali. Kemudian Soedirman bersama beberapa orang temannya mendirikan koperasi dagang yang diberi nama Perbi dan langsung diketuainya sendiri. Dengan berdirinya Perbi, kemudian di Cilacap berdiri beberapa koperasi yang mengakibatkan terjadi persaingan kurang sehat. Melihat gelagat ini, Soedirman berusaha mempersatukannya, dan akhirnya berdirilah Persatuan koperasi Indonesia Wijayakusuma. Kondisi rakyat pada waktu itu sulit mencari bahan makanan, sehingga keadaan ini membangkitkan semangat Soedirman untuk aktif membina Badan Pengurus Makanan Rakyat (BPMR), suatu badan yang dikelola oleh masyarakat sendiri, bukan badan buatan Pemerintah Jepang. Badan ini bergerak dibidang pengumpulan dan distribusi bahan makanan untuk menghindarkan rakyat Cilacap dari bahaya kelaparan. Ia termasuk tokoh masyarakat karena kecakapan memimpin organisasi dan kejujurannya. Pada tahun 1943, Pemerintah Jepang mengangkat Soedirman menjadi anggota Syu Songikai (semacam dewan pertimbangan karesidenan) Banyumas.

Soedirman Memasuki Dunia Militer


Pada pertengahan tahun 1943, tentara Jepang mulai terdesak oleh Sekutu. Pada bulan Oktober 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang mengumumkan pembentukan Tentara Pembela Tanah Air (Peta). Soedirman sebagai tokoh masyarakat ditunjuk untuk mengikuti latihan Peta angkatan kedua di Bogor. Selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Daidanco (komandan batalyon) berkedudukan di Kroya, Banyumas. Disanalah Soedirman memulai karirnya sebagai seorang prajurit. Sebagai komandan, Soedirman sangat dicintai oleh bawahannya, karena is sangat memperhatikan kesejahteraan mereka. Ia tidak takut menentang perlakuan buruk opsir-opsir Jepang,yang menjadi pelatih dan pengawas batalyonnya. Sesudah terjadi pemberontakan Tentara Peta Blitar pada bulan Pebruari 1945, Jepang mengadakan observasi terhadap para perwira Peta. Mereka yang bersikap menawan (recalcitrant), dikategorikan berbahaya. Pada bulan Juli 1945, Soedirman dan beberapa orang perwira Peta lainnya yang termasuk kategori "berbahaya" dipanggil ke Bogor dengan alasan akan mendapat latihan lanjutan. Hanya kemudian ada kesan bahwa Jepang berniat untuk menawan mereka. Sekalipun mereka sudah berada di Bogor "Pelatihan Lanjutan" dibatalkan, karena tunggal 14 Agustus 1945 Jepang sudah menyerah kepada sekutu. Sesudah itu Soedirman dan kawan-kawannya kembali lagi ke dai dan masing-masing. Pada saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandang
kan, Soedirman berada di Kroya. Esok harinya tanggal 18 Agustus 1945. Jepang membubarkan Peta dan senjata mereka dilucuti, selanjutnya mereka disuruh pulang ke kampung halaman masing-masing. Setelah pengumuman pembentukan BKR, Soedirman berusaha mengumpulkan mereka kembali dan menghimpun kekuatan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Bersama Residen Banyumas Mr. Iskaq Tjokroadisurjo dan beberapa tokoh lainnya, Soedirman melakukan perebutan kekuasaan dari tangan Jepang secara damai. Komandan Batalyon Tentara Jepang Mayor Yuda menyerahkan senjata cukup banyak. Karena itu BKR Banyumas merupakan kesatuan yang memiliki senjata terlengkap.
 
Soedirman Memimpin Pertempuran Ambarawa

Ketika Brigade Bethel mendarat di Semarang pada tanggal 19 Oktober 1945, selanjutnya pasukan menuju Magelang untuk membebaskan para tawanan tentara Sekutu. Di Magelang tentara Sekutu bertindak sebagai penguasa yang mencoba melucuti TKR dan membuat kekacauan. TKR, Resimen Magelang pimpinan M. Sarbini membalas tindakan tersebut dengan mengepung tentara sekutu dari segala penjuru. Namun mereka selamat dari kehancuran berkat campur tangan Presiden Soekarno yang berhasil menenangkan suasana. Kemudian pasukan Sekutu secara diam-diam meninggalkan kota Magelang menuju Ambarawa. Akan tetapi Batalyon A. Yani, Suryosumpeno dan Kusen mengejar pasukan Sekutu tersebut. Satu batalyon dari Divisi Purwokerto, dibawah Iman Adrongi menghadang gerakan Sekutu di Pingit. Sejak itu pertempuran semakin meluas. Bala bantuan datang dari Banyumas, Salatiga, Surakarta dan Yogyakarta. Dalam salah satu pertempuran, Letnan Kolonel Isdiman Suryokusumo, Komandan Resimen TKR Banyumas yang merupakan tangan kanan Panglima Besar gugur. Sejak gugurnya Letnan Kolonel Isdiman, Komandan Divisi V, Kolonel Soedirman merasa kehilangan perwira terbaik dan ia langsung turun ke lapangan untuk memimpin pertempuran. Pada tanggal 11 Desember 1945, Kolonel Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar. Dalam rapat tersebut Kolonel Soedirman menjelaskan bahwa posisi lowan sudah makin terjepit sehingga merupakan peluang yang tepat untuk menghancurkan lawan secepatnya dari Ambarawa. Tepat pukul 04.30 pagi tanggal 12 Desember 1945 serangan mulai dilancarkan. Pertempuran segera berkobar di sekitar Ambarawa. Satu setengah jam kemudian, jalan yang menghubungkan Ambarawa dengan Semarang sudah dikuasai oleh kesatuan-kesatuan TKR. Pertempuran Ambarawa berlangsung sengit, Kolonel Soedirman langsung memimpin pasukannya yang menggunakan taktik "Supit Udang" atau pengepungan rangkap sehingga musuh benar-benar terkurung. Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya terputus sama sekali. Setelah bertempur selama 4 hari 4 malam, akhirnya musuh mundur ke Semarang. Benteng pertahanan yang tangguh jatuh ke tangan pasukan kita. Tanggal 15 Desember 1945, pertempuran berakhir. Kemenangan gemilang di medan Ambarawa telah membuktikan kemampuan Soedirman sebagai seorang panglima perang yang tangguh. Episode gemilang ini telah diabadikan dalam bentuk Monumen Palagan Ambarawa dan diperingati setiap tahun oleh TNI AD sebaaai Hari Infanteri atau Hari Juana Kartika.

Pemilihan Unik Panglima Besar Jenderal Soedirman


Sewaktu Tentara Sekutu, yang diwakili oleh Inggris dengan dibuntuti oleh Belanda dibelakangnya mendarat, dan mereka menuntut senjata Jepang kembali dari tangan kita, maka meletuslah dimana-mana pertempuran-pertempuran baru. Dulu dengan Jepang, kini dengan Sekutu. Kita tidak sudi menyerahkan kembali senjata yang kita rebut itu. Pertempuran-pertempuran baru tidak hanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga di Semarang, dan yang terbesar serta paling lama adalah di kota Surabaya, dari 28 hingga 30 Oktober 1945, dan dari 10 hingga 30 Nopember 1945. Soedirman yang pada waktu itu diangkat oleh Pemerintah sebagai Panglima Divisi Sunan Gunung Jati atau Divisi V, dan yang bertanggungjawab untuk daerah Banyumas dan Kedu, menghadapi juga serangan-serangan Inggris yang datang dari jurusan Semarang menuju ke Ambarawa dan Banyubiru. Berkat semangat kepemimpinan Soedirman tentara Inggris dapat dienyahkan. Dalam suasana demikian itulah Kolonel Soedirman dipilih sebagai Panglima Besar. Yang memilih adalah para Panglima Divisi dan Komandan Resimen yang berkumpul di Yogyakarta pada tanggal 12 Nopember 1945. Pangkatnya sejak itu adalah Jenderal. Dalam pemilihan itu beliau mengalahkan colon-colon lain. Ditinjau dari pendidikan kemiliteran, maka calon-calon lain itu jauh lebih tinggi dari Jenderal Soedirman. Pemilihan yang unik ini mencerminkan Zeitgeist atau "Semangat Zaman" waktu itu. Yaitu semangat revolusi dimana-mana. Rakyat kita seakan-akan terserang demam. Demam revolusi. Semangat perjuangan revolusioner di mana-mana berkobar. Dikobarkan dalam rapat-rapat umum, yang diselenggarakan oleh kaum politisi kita dari zaman Pergerakan, dan oleh alat-alat Pemerintahan yang baru dibentuk, dan karenanya kurang sempurna. Di mana-mana rakyat kita giat merombak sistem kolonialisme Hindia-Belanda dan sistem militerisme Jepang. Rakyat muak terhadap kedua sistem kolonialisme dan militerisme masa Iampau itu. Rakyat tidak sabar lagi, dan di dalam usaha merombak sistem lama itu, tidak jarang timbul gejolak kekacauan. Serobot-menyerobot, daulat mendaulat dan malahan culik-menculik adakalanya terjadi. Siapa yang menjalani sendiri situasi pada waktu itu, benar-benar merasa adanya revolusi, adanya perubahan cepat kilat yang sedang berlaku. Terutama di kalangan pemuda kita. Seringkali perubahan cepat itu tanpa aturan "normal". Kadangkadang malahan "anarchistis" sama sekali. Irosionalitas dan emosionalitas seringkali mengatasi rasionalitas dan pikiran dingin. Memang itulah revolusi ! Eine Umwertung aller Werte. Penjungkirbalikkan segala macam nilai. Suatu "razende inspirasi van de historie". Suatu "ilham yang memandang daripada sejarah". Dan "ilham sejarah" itu adalah "titik temu dari segala apa yang merupakan kesadaran bangsa dengan apa yang hidup di bawah kesadaran sejarah bangsa itu. "He ontmoetingspunt, van het vewuste en het onderbewuste in de geschiedenis!" Pilihan atas Panglima Besar Soedirman jatuh dalam situasi demikian. Banyak emosi di bawah sadar ikut menentukan pilihan itu. Banyak pikiran rasionalistis tidak berkenan masuk dalam pertimbangan pilihan tersebut. Memang revolusi mempunyai nilai-nilai sendiri. Apalagi revolusi yang berwatak kerakyatan, seperti revolusi kita dulu itu. Setuju atau tidak setuju, realitanya ialah bahwa nilai-nilai emosi magis, naluri kharismatis dan getaran-mistis ikut menentukan jalannya revolusi kita pada waktu itu. Juga dalam pemilihan Panglima Besar RI untuk pertama kalinya, nilai-nilai tersebut ikut menentukan. Sudah barang tentu nilai-nilai rasional dan pikiran dingin hidup Juga pada waktu itu. Namun yang lebih menonjol dan lebih kuat adalah nilai-nilai emosi magis, naluri kharismatik dan getaran mistis tersebut di atas. Dan itulah yang kemudian bermuara ke dalam keputusan mengangkat Soedirman sebagai Panglima Besar. Yang terpilih bukan calon yang memiliki kadar rasionalitas dan ketrampilan militer teknis yang tinggi, produk dari didikan Barat di kota-kota besar, melainkan yang terpilih adalah seorang anak rakyat, dibesarkan di desa, yang kemudian oleh gelombang revolusi terlempar ke atas, dan merupakan tonggak kepercayaan mayoritas para panglima divisi dan para komandan resimen yang hadir pada waktu itu. Susunan divisi serta resimen tentara kita pada waktu itu jauh dari sempurna. Markas-markas pun belum menentu, dan seringkali harus berpindah-pindah. Para Panglima Divisi serta para komandan resimen pun tidak semuanya memiliki kepandaian kemiliteran-teknis yang sempurna, seperti menurut ukuran-ukuran Barat. Kepandaian kemiliterannya boleh diragukan, namun yang tidak dapat diragukan adalah semangat dan jiwa perjuangannya membela Proklamasi, melawan kembalinya kolonialisme. Andaikata pilihan jabatan Panglima Besar pada waktu itu diserahkan kepada Pemerintah Pusat, maka besar sekali kemungkinan bahwa pilihan tidak akan jatuh kepada Soedirman. Dan memang, Pemerintahan yang pada waktu itu kekuasaan eksekutifnya berada di tangan PM Sjahrir menginginkan tokoh lain. Di antaranya Urip Sumohardjo, seorang tokoh militer didikan Belanda, tetapi berjiwa patriotik. Juga dikemukakan Sri Sultan Hamengku Buwono, yang pada waktu itu mendapat pangkat Jenderal Tituler. Dalam rapat para Panglima Divisi dan Komandan Resimen disebut juga nama-nama Sjahrir dan Amir Sjarifuddin, yang duduk sebagai Menteri Penerangan dalam Kabinet Sjahrir. Rupanya pola menempatkan pimpinan ketentaraan di bawah kekuasaan sipil-politis pada waktu itu hendak diterapkan oleh kaum politisi. Namun mayoritas hadirin memilih Soedirman. Suatu hal yang unik dalam revolusi kita. Panglima Besar yang pertama tidak diangkat oleh Pemerintah, melainkan dipilih secara "demokratis" oleh para panglima divisi dan komandan resimen. Itulah suasana revolusioner pada waktu itu. Itulah juga Zeit-geist-nya, atau "semangat zaman" revolusioner yang penuh dengan jiwa kerakyatan. Elan revolusioner yang meletus keluar ke atas permukaan masyarakat kita yang sedang bergolak mencerminkan diri dalam hasil pemilihan tersebut. Elan revolusioner tersebut mempercayakan kepemimpinan tentara kita kepada seorang pribadi Soedirman. (Dr. H. Roeslan Abdulgani Peranan Panglima Besar Soedirman dalam Revolusi Indonesia, Restu Agung, Jakarta, 2004, hal.32-35.
 
Soedirman Memimpin Perang Gerilya

Perkiraan TNI bahwa Belanda sewaktu-waktu akan menyerang RI, ternyata tidak meleset. Belanda kembali melancarkan agresi militernya yang kedua. Pasukan Belanda menyerang ibukota RI dan bergerak ke seluruh wilayah Republik pada tanggal 19 Desember 1948. Pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta, dalam keadaan sakit Soedirman menghadap Presiden dan melaporkan bahwa pasukan TNI sudah siap melakukan rencananya, termasuk mengungsikan para pimpinan nasional. Jawaban Presiden mengejutkan Soedirman. Soedirman dinasehati agar tetap tinggal di kota, untuk dirawat sakitnya. Panglima Besar Soedirman menjawab tawaran Presiden dengan kata-katanya," Tempat soya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder pemerintah TNI akan berjuang terus". Menghadapi Agresi Militer II Belanda, Jenderal Soedirman segera mengeluarkan Perintah Kilat No. I/PB/D/48. Isinya, pada tanggal 19 Desember 1948 Angkatan Perang Belanda telah menyerang kota Yogyakarta dan lapangan terbang Maguwo, Pemerintah Belanda telah membatalkan persetujuan genjatan senjata, semua Angkatan Perang menjalankan rencana untuk menghadapi serangan Belanda. Pada hari itu juga Jenderal Soedirman meninggalkan Yogya dan memimpin Perang Gerilya yang berlangsung kurang Iebih tujuh bulan lamanya. Dengan ditandu, ia melakukan perjalanan gerilya naik turun gunung, masuk hutan ke luar hutan, berpindah-pindah tempat. Tidak jarang Soedirman mengalami kekurangan makanan selama berhari-hari. Belum lagi penderitaannya karena pengejaran tentara Belanda yang ingin menangkapnya. Ketika Belanda menyerbu Yogyakarta, para pemimpin militer Belanda ternyata keliru memperhitungkan peranan Pemerintah Darurat RI (PDRI) dan Soedirman. Belanda hanya memperhitungkan Soekarno-Hatta dan para politisi sebagai center of gravity dalam perang. Belanda mengira bahwa dengan menduduki ibukota dan menangkap Soekarno-Hatta, Republik akan bisa dirubuhkan. Ternyata perkiraan Belanda keliru. Soekarno telah menyerahkan mandat pemerintahan kepada Menteri Kemakmuran Sjafruddin Prawiranegara yang sedang berada di Sumatra, sedangkan TNI tetap utuh. Akhirnya Belanda menyadari kekeliruannya dan kemudian melakukan pengejaran terhadap Soedirman.
 Perintah Siasat no. 1/1948


Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer I (Juli 1947) dengan menyerbu wilayah RI, TNI menggelar pertahanan linier yang konvensional. Pertahanan TNI di beberapa daerah diterobos, pasukan TNI tidak bergerak mundur, melainkan bergerak ke samping, membentuk kantong-kantong perlawanan. Ketika Belanda menyatakan batas daerah pendudukannya dan daerah Republik dengan garis demarkasi, pasukan TNI menduduki kantong-kantong perlawanan di daerah yang diakui Belanda sebagai daerah pendudukannya. TNI yang berada di kantongkantong perlawanan inilah yang dalam Persetujuan Renville dituntut oleh Belanda agar ditarik ke luar am-is demarkasi. Soedirman beserta stafnya pantang menyerah. Semua kekalahan dan kesalahan dikaji secara mendalam. Organisasi TNI yang menggelembung harus diperbaiki, TNI harus direorganisasi. Konsep total people's defence sebagai kebijakan nasional harus segera dijabarkan. Para pemikir dalam Merkas Besar, seperti T.B. Simatupang dan A.H. Nasution akhirnya menemukan strategi perongrongan atau attrition strategy. Strategi ini untuk perang jangka panjang dijabarkan dalam organisasi dan sistem Wehrkreise. Wehrkreise artinya lingkungan pertahanan, atau pertahanan daerah. Sistem ini dipakai sejak dari pertahanan pulau sampai daerah-daerah. Masing-masing komandan diberi kebebasan seluas-luasnya untuk menggelar dan mengembangkan perlawanan. Wilayah Wehrkreise adalah satu karesidenan, yang didalamnya terhimpun kekuatan militer, politik, ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Sistem Wehrkreise sama sekali meninggalkan sistem pertahanan linier. Sistem Wehrkreise ini kemudian disahkan penggunaannya dalam Surat Perintah Siasat No.1, yang ditandatangani oleh Panglima Besar Soedirman pada bulan Nopember 1948. Pengambilan keputusan politik yang dilakukan selama Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera mendapat reaksi dari Panglima Besar Soedirman. Ketika Pangsar Soedirman membaca surat telegram PDRI Sumatera, is menyatakan bertanggung jawab atas jalannya pertempuran dan menyatakan sikapnya yang tertuang dalam surat telegram yang isinya : Soal politik dan soul pertahanan tidak dapat dipisah-pisahkan karena pertahanan menjadi tulang punggung politik, dan jika ada perundingan tentang penghentian tembak menembak maka PDRI, Staf Angkatan Perang, dan Panglima Tertinggi harus berkumpul, sehingga perintah yang dikeluarkan menjadi kuat dan dapat ditaati. Setelah melakukan perjalanan panjang ke Iuar masuk hutan dan terhindar dari serangan Belanda, sejak tanggal 1 April 1949 Jenderal Soedirman menetap di Dukuh Sobo, desa Pakis kecamatan Nawangan, Pacitan, Jawa Timur. Di tempat ini keadaan Panglima Besar mulai agak teratur dan dapat mengadakan hubungan dengan Pejabat Pemerintah di Yogya melalui kurir dan di Sumatera melalui PAB di lereng Gunung Lawu. Selama bergerilya, Panglima Besar tetap mengeluarkan perintah-perintah harian, petunjuk, dan amanat, baik untuk TNI maupun rakyat. Strategi perongrongan yang dilancarkan TNI bersama rakyat berhasil menjemukan kemauan perang pasukan musuh. Apalagi sesudah dilancarkannya Serangan Umum ke Yogyakarta pada 1 Maret 1949 pimpinan Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Wehrkreise III yang merupakan titik balik bagi kemenangan TNI. Belanda kemudian mengajak kembali berunding. Pada tanggal 7 Mei 1949, Roem-Royen Statement ditandatangani. Berdasarkan statement ini, akhir Juni 1949, Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat Pemerintah RI yang ditawan Belanda di Pulau Bangka, dikembalikan ke Yogyakarta.
 
Soedirman Turun Ke Kota

Jenderal Soedirman diminta pulang kembali ke Yogya. ia dengan tegas menolak perundingan. Beberapa kali utusan Pemerintah dikirim ke Sobo, namun tidak berhasil melunakkan pendiriannya. Akhirnya Pemerintah meminta jasa baik Kolonel Gatot Subroto, Panglima Divisi II. Hubungan pribadi kedua tokoh ini cukup baik. Jenderal Soedirman sangat menghargainya sebagai saudara tua. Akhirnya tanggal 10 Juli 1949 Panglima Besar dan rombongan kembali ke Yogya. Di sepanjang jalan, rakyat berjejal-jejal menyambutnya. Mereka ingin melihat wajah Panglima Besarnya yang lebih suka memilih gerilya daripada beristirahat di tempat tidur. Kedatangan Panglima Besar disambut dengan parade militer, di Alun-alun Yogyakarta. Penampilannya yang pertama sesudah bergerilya diliputi suasana haru. Para perwira TNI yang selama bergerilya terkenal gagah berani, tak urung meneteskan air mats setelah menyaksikan dengan mata kepala sendiri keadaan fisik Panglima Besarnya yang pucat dan kurus. Rasa haru dan kagum bercampur menjadi satu. Selama bergerilya kesehatan Soedirman menurun, beberapa kali ia jatuh pingsan. Setibanya di Yogyakarta, kesehatan Jenderal Soedirman diperiksa kembali, ternyata paru-paru yang tinggal sebelah sudah terserang penyakit. Karena itu Panglima Besar Soedirman harus beristirahat di rumah sakit Panti Rapih. Semua perundingan yang memerlukan kehadiran Soedirman dilakukan di rumah sakit. Rasa tidak senang terhadap diplomasi yang ditempuh Pemerintah dalam menghadapi Belanda, masih membekas di hati Jenderal Soedirman. Pada tanggal 1 Agustus 1949, ia menulis surat kepada Presiden Soekarno, berisi permohonan untuk meletakkan jabatan sebagai Panglima Besar dan mengundurkan diri dari dinas ketentaraan. Namun surat tersebut tidak jadi disampaikan, karena akan menimbulkan perpecahan. Isi surat tersebut menjadi amat terkenal karena termuat kata-kata : "Bahwa satu-satunya hak milik Nasional Republik yang masih tetap utuh tidak berubah-rubah adalah hanya Angkatan Perang Republik Indonesia (Tentara Nasional Indonesia)". Sementara itu kesehatan Panglima Besar semakin memburuk, sehingga is harus beristirahat di Pesanggrahan Militer, Magelang. Tanggal 6 Juli 1949 Presiden, Wakil Presiden dan pemimpin Indonesia lainnya kembali dari pengasingannya di Sumatera. Di Ibukota Yogyakarta mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat. Kedatangan para pemimpin RI itu disusul oleh rombongan Pemerintah Darurat RI pimpinan Mr. Syafrudin. Kembali juga dari medan gerilya, Panglima Besar Soedirman beserta rombongan tanggal 10 Juli 1949 yang didampingi oleh Komandan Daerah Militer Yogya, Letnan Kolonel Soeharto. Saat-saat kembalinya dari medan gerilya. Panglima Besar Jenderal Soedirman ternyata tidak begitu senang dengan rencana kembali ke Ibukota Yogya saat itu, karena di daerah pertempuran di Jawa dan Sumatera masih banyak bertahan pasukan-pasukan gerilya TNI. Dan sementara berunding itu Belanda masih terus menerus mengadakan penyerangan (istilah mereka "pembersihan"). Soedirman sebagai Panglima Besar masih merasa berat hati meninggalkan para prajurit di medan gerilya. Disamping itu kecurigaan terhadap kejujuran lawan mengenai perundingan dan gencatan senjata, sesuai dengan pengalaman Soedirman selama beberapa tahun bertempur berunding dengan Belanda. Tetapi karena kepatuhannya yang Iuar biasa kepada Pimpinan Nasional dan adanya surat yang dikirimkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan sahabat karibnya Kolonel Gatot Subroto yang disertai penjelasan Letnan Kolonel Soeharto, maka Soedirman akhirnya mau turun ke kota, dimana is langsung melapor kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam suasana pertemuan yang sangat mengharukan. Setelah itu Soedirman menerima parade penghormatan dari prajurit-prajurit TNI pimpinan Letnan Kolonel Soeharto di Alun-alun Lor Yogya. Surat Kolonel Gatot Subroto kepada Pak Dirman sangat sederhana bunyinya namun cukup menggugah perasaan. Pak Gatot yang kenal betul dengan Soedirman beserta semua sifatnya menulis antara lain " tidak asing lagi soya, tentu soya juga mempunyai pendirian begitu. Semua-semuanya Tuhan yang menentukan, tetapi sebagai manusia kita diharuskan ihtiar. Begitu juga dengan adikku (Soedirman-peny), karena kesehatannya terganggu harus ihtiar, mengaso sungguh-sungguh jangan menggalih (memikirkan-peny) apa-apa. Coat alles waaien. lni supaya jangan mati konyol, tetapi supaya cita-cita adik tercapai. Meskipun buahbuahnya kita tidak turut memetik, melihat pohonnya subur, kita merasa gembira dan mengucapkan terima kasih kepada yang Maha Kuasa. lni kali soya selaku saudara tua dari adik, minta ditaati ".
 
Soedirman Wafat

Tanggal 29 Januari 1950 Soedirman wafat, berita tentang wafatnya Soedirman, yang disiarkan berulang-ulang oleh Radio. Menyusul perintah Harlan Pejabat Kepala Staf Angkatan Perang RIS, Kolonel T.B. Simatupang yang ditujukan kepada seluruh tentara berisi Seluruh Angkatan Perang RIS diperintahkan berkabung selama tujuh hari dengan melaksanakan pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang pada masing-masing kesatuan dijalankan dengan penuh khidmat serta hormat, menjauhkan segala tindakan dan tingkah laku yang dapat mengganggu suasana berkabung. Pemerintah mengumumkan Hari Berkabung Nasional sehubungan dengan wafatnya Panglima Besar Soedirman, dan dalam pidatonya Perdana Menteri RIS Bung Hatta mengumumkan keputusan Pemerintah RIS untuk menaikkan pangkat Letnan Jenderal Soedirman secara anumerta menjadi Jenderal. Pukul 11.00 tanggal 30 Januari 1950, iring-iringan jenazah Panglima Besar Jenderal Soedirman perlahan-lahan meninggalkan kota Magelang menuju Yogya. Setelah disembahyangkan di Masjid Agung, jenazah dikebumikan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta, disamping makam Letnal Jenderal TNI Oerip Soemoharjo.
 
 


 
 
 
 
 

 








Selasa, 09 November 2010

Linux_Debian

Sejarah

Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdoch, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993, Nama Debian berasal dari kombinasi nama mantan-kekasihnya [DEB]ra dan namanya sendiri [IAN] Murdoch.
Pada awalnya, Ian memulainya dengan memodifikasi distribusi SLS (Softlanding Linux System). Namun, ia tidak puas dengan SLS yang telah dimodifikasi olehnya sehingga ia berpendapat bahwa lebih baik membangun sistem (distribusi Linux) dari nol (Dalam hal ini, Patrick Volkerding juga berusaha memodifikasi SLS. Ia berhasil dan distribusinya dikenal sebagai "Slackware").
Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x di tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai ditahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun 1996.
Ditahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian. Dia juga membentuk organisasi "Software in Public Interest" untuk menaungi debian secara legal dan hukum.
Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta di tahun yang sama para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan "debconf".
Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode "Etch". Rilis versi terbaru Debian, 2009, diberi nama kode "Lenny".deb adalah perpanjangan dari paket perangkat lunak Debian format dan nama yang paling sering digunakan untuk paket-paket binari seperti itu. Seperti "Deb" istilah bagian dari Debian, itu berasal dari nama Debra, kemudian pacar dan sekarang mantan istri pendiri Debian Ian Murdock.
Paket debian juga digunakan dalam distribusi berbasis pada Debian, seperti Ubuntu dan lain-lain.
Paket debian adalah standar Unix pada arsip yang mencakup dua gzip, tar bzipped atau lzmaed arsip: salah satu yang memegang kendali informasi dan lain yang berisi data.
Program kanonik untuk menangani paket-paket tersebut adalah dpkg, paling sering melalui apt / aptitude.
deb paket dapat dikonversi ke paket lain dan sebaliknya menggunakan asing.
Beberapa paket Debian inti tersedia sebagai udebs ( "mikro deb"), dan biasanya hanya digunakan untuk bootstrap instalasi Linux Debian. Meskipun file tersebut menggunakan ekstensi nama file udeb, mereka mematuhi spesifikasi struktur yang sama seperti biasa deb. Namun, tidak seperti rekan-rekan mereka deb, hanya berisi paket-paket udeb fungsional penting file. Secara khusus, file dokumentasi biasanya dihilangkan. udeb paket tidak dapat diinstal pada sistem Debian standar.
Saat ini telah terdapat puluhan distribusi Linux yang berbasis kepada debian, salah satu yang paling menonjol dan menjadi fenomena adalah Ubuntu

::GNU::

Perencanaan untuk sistem operasi GNU diperkenalkan kepada khalayak ramai pada 27 September 1983, melalui newsgroup net.unix-wizards dan net.usoft oleh Richard Stallman. Pengembangan perangkat lunak mulai dikembangkan pada 5 Januari 1984, ketika Stallman keluar dari pekerjaannya di Laboratorium Kecerdasan Buatan, Institut Teknologi Massachusetts, jadi mereka tidak dapat mengakui kepemilikan atau mengganggu penyebaran GNU sebagai perangkat lunak bebas. Richard Stallman memilih nama GNU dengan menggunakan permainan kata-kata, termasuk lagu The Gnu

Tujuannya adalah untuk mewujudkan sistem operasi yang sepenuhnya bebas. Stallman ingin para pengguna komputer bebas, seperti pada era 1960-an dan 1970-an — bebas mempelajari kode sumber perangkat lunak yang mereka gunakan, bebas berbagi perangkat lunak dengan orang lain, bebas memodifikasi perilaku perangkat lunak, dan bebas merilis versi-versi perangkat lunak yang mereka modifikasi. Filsafat ini kemudian diumumkan sebagai GNU Manifesto pada Maret 1985.Pengalaman Richard Stallman dengan Incompatible Timesharing System (ITS), sistem operasi kuno yang ditulis menggunakan bahasa assembly (rakitan) yang menjadi usang karena dihentikannya PDP-10, arsitektur komputer tempat ditulisnya ITS, mengarah kepada suatu keputusan bahwa sistem portabel adalah sebuah keperluan.  Oleh karena itulah GNU sebagian besar kompatibel dengan Unix. Di waktu yang sama, Unix telah menjadi sistem operasi tak bebas yang umum dipakai. Perancangan Unix telah terbukti kokoh, dan modular, jadi perancangan tersebut dapat diterapkan kembali bagian demi bagian.
Banyak perangkat lunak yang diperlukan harus ditulis dari scratch (goresan awal), tetapi komponen-komponen bebas kompatibel yang ada juga dipakai, misalnya sistem typesetting TeX, dan X Window System. Sebagian besar dari GNU ditulis oleh sukarelawan; pada waktu luangnya, beberapa lagi dibayar perusahaan, lembaga pendidikan, dan organisasi nirlaba lainnya. Pada Oktober 1985, Stallman mendirikanFree Software Foundation (FSF). Di penghujung 1980-an dan awal 1990-an, FSF menyewa para pengembang perangkat lunak untuk menulis perangkat-perangkat lunak yang diperlukan GNU.
Karena GNU meraih kemasyhuran, badan-badan usaha yang berminat mulai menyokong pengembangan atau menjual perangkat lunak GNU dan dukungan teknisnya. Yang paling mengemuka dan berjaya dari semua itu adalah Cygnus Solutions, kini bagian dari Red Hat.
DEKSTOP APPLICATION

Graphics:
• The GIMP - perangkat lunak pengganti bebas untuk Adobe Photoshop
• F-Spot - aplikasi manajemen foto penuh fitur pribadi untuk desktop GNOME
• Google Picasa - aplikasi untuk mengatur dan mengedit foto digital
Internet:
• Iceweasel (nama Debian untuk Firefox)
• Opera
• Flash Player 9
• gFTP - multithreaded FTP client
• Icedove (nama Debian untuk Thunderbird) - klien email dan berita
• Evolusi - menggabungkan e-mail, kalender, buku alamat, daftar tugas dan fungsi manajemen
aMule • - P2P sharing file aplikasi
• Bittorrent client
• Azureus - Java Bittorrent client
• Gaim - multi-platform instant messaging client
• Skype
• Google Earth
• Xchat IRC - IRC client
Kantor:
• OpenOffice Writer - pengganti untuk Microsoft Word
• OpenOffice Calc - pengganti Microsoft Excel
• Adobe Reader
• GnuCash - double-entry pembukuan sistem keuangan pribadi, mirip dengan Quicken
• Scribus - open source desktop publishing (DTP) aplikasi
Sound & Video:
• Amarok - audio player
• Audacity - free, open source, cross platform digital audio editor
• Banshee - audio player, bisa encode / decode berbagai format dan menyinkronkan musik dengan iPod Apple
• MPlayer - media player (video / audio), mendukung WMA
• Rhythmbox Music Player - audio player, mirip dengan iTunes Apple, dengan dukungan untuk iPod
• gtkpod - software mirip dengan iTunes Apple, mendukung iPod, iPod nano, iPod shuffle, iPod photo, dan iPod mini
• XMMS - audio player mirip dengan Winamp
• dvd:: rip - full featured DVD copy program
• Kino - editor gratis video digital
• Sound Juicer CD Extractor - CD ripping tool, mendukung berbagai audio codec
• VLC Media Player - media player (video / audio)
• Real Player
• Totem - media player (video / audio)
• Xine - media player, mendukung berbagai format; dapat memutar DVD
• GnomeBaker - CD / DVD burning program
• K3B - CD / DVD burning program
• Multimedia-Codecs
Linux shell/terminal

Linux shell merupakan  tool berbasis  teks untuk berinteraksi dengan komputer.
Linux shell sering juga disebut dengan xterm, konsole, terminal, shell command,
atau pun shell. Shell ini merupakan antarmuka penghubung user dengan sistem.
Shell juga sering disebut dengan  interpreter yang mengoperasikan sebuah  loop
sederhana yakni menerima perintah, menginterpretasikan perintah, menjalankan
perintah,  dan  menunggu  perintah  masukan  berikutnya.  Berikut  bagan  loop
interpreter sederhana yang dijalankan oleh shell unix ataupun GNU/Linux.

Pada  sistem  operasi  seperti  Ms-Windows  dan  MacOS,  penggunaan  shell
command  sudah  mulai  dikurangi  atau  bahkan  dihilangkan  sama  sekali.  Pada
beberapa sistem operasi seperti yang penulis sebutkan di atas, para penggunanya
semakin dimanja dengan penggunaan mode grafis (Graphical desktop) dan tidak
memperdulikan lagi penggunaan shell command tersebut.  
Satu  hal yang menarik dari  sistem  operasi  gnu/linux  adalah penggunaan  shell
command tetap dipertahankan karena beberapa alasan berikut:
1. Kebanyakan konfigurasi sistem dapat dilakukan dari shell command.
2. Linux  shell  memberikan  fleksibilitas  terutama  saat  anda  bekerja  dengan
banyak file.
3.Untuk  tindakan penyelamatan  terhadap sebuah   data atau  recovery terhadap
sistem  dan  pekerjaan  maintenance  sistem  pada  single  mode dapat  anda
lakukan lewat shell command.
Debian GNU / Linux System Administrator's Manual (Dokumentasi Usang)

untuk mengatur Debian GNU / komputer Linux untuk menggunakan waktu setempat, tanpa memperhitungkan zona waktu, Anda akan kehilangan manfaat perubahan DST otomatis. Kami tidak merekomendasikan ini! Namun, mungkin perlu untuk berkompromi dengan mengatur jam hardware anda ke waktu lokal (lihat Multiboot dengan sistem operasi tidak zona waktu pemahaman, Bagian 16.3). Dalam dokumen ini, kami mengasumsikan bahwa Anda telah mengkonfigurasi komputer Anda untuk menggunakan UTC.

Untuk mengubah komputer untuk menggunakan UTC setelah instalasi, edit file / etc / default / RCS, ubah UTC variabel ke no. Jika anda terjadi untuk menginstal sistem anda untuk menggunakan waktu setempat, hanya mengubah variabel ke yes untuk mulai menggunakan UTC. Cara terbaik adalah untuk reboot setelah mengedit / etc / default / RCS untuk mendapatkan perubahan yang efektif.
Jika Timezone dengan benar diatur, dan file-file konfigurasi zona waktu yang cukup lancar, waktu setempat ditunjukkan oleh sistem operasi akan berubah untuk Daylight Saving Time dan kembali ke waktu normal secara otomatis pada tanggal yang benar. Jika zona waktu file yang memiliki sudah tua, mungkin ada masalah karena DST mulai dan tanggal akhir tidak ditentukan oleh fenomena fisik, tetapi dipilih oleh lembaga-lembaga nasional. Kadang-kadang tanggal-tanggal yang berubah, misalnya, Uni Eropa mengubah tanggal akhir dari hari Minggu terakhir bulan September sampai hari Minggu terakhir bulan Oktober tahun 1995.

Untuk alasan ini, Anda harus memastikan bahwa paket libc6 Anda disimpan cukup up to date. Paket ini, dari Debian GNU / Linux 2.2 dan seterusnya, berisi data zona waktu.
16.1.1 Mengubah zona waktu setelah instalasi

Jika zona waktu yang tidak ditetapkan atau salah, superuser dapat menjalankan tzconfig untuk mengkonfigurasi setelah sistem operasi diinstal.

Rabu, 03 November 2010




Spesifikasi teknik
Ukuran
  • Bentuk: Slide
  • Dimensi: 107.5 x 49.5 x 13.6 mm
  • Berat: 121 g
  • Volume: 62.6 cc
  • Gerakan slide yang halus

Layar dan 3D
  • Ukuran: 2.4"
  • Resolusi: 240 x 320 piksel (QVGA)
  • 16.7 juta warna

Tombol dan metode input
  • Keypad nomor
  • Tombol sekali sentuh khusus: Home, kalender, kontak, dan email
  • Speaker dependent dan speaker independent voice dialling
  • Scrolling yang cepat dengan tombol NaviTM yang pintar
  • Tombol sekali sentuh berlampu

Warna dan cover
  • Warna yang tersedia: Abu-abu, Putih, Hitam dan Merah

Konektor
  • Konektor Micro-USB
  • Jack audio 2.5 mm

Sumber daya
  • BL-4U 1000 mAh
  • Waktu bicara (maksimum): GSM 7 jam 30 menit; WCDMA 3 jam 30 menit
  • Waktu siaga (maksimum): GSM 264 jam; WCDMA 336 jam

Deklarasi Eco Deklarasi Eco memberikan informasi tentang dukungan produk (keamanan materi, efisiensi energi, kemasan, daur ulang), berdasarkan analisis ilmiah dan/atau data yang diberikan oleh supplier Nokia.
Produk ini sesuai dengan EU RoHS Directive 2002/95/EC dan China legislation “Management Methods on the Prevention and Control of Pollution caused by Electronic Information Products” yang dikenal sebagai “China RoHS”.
Produk ini tidak mengandung:
  • Azo colorants dan pigmen dengan senyawa carcinogenic amino
  • Asbestos
  • Benzene
  • Beryllium Oxide
  • Cadmium
  • Chromium VI+
  • Chlorofluorocarbons CFCs/HCFCs/Halons yang dilarang dalam Montreal Protocol
  • Lead
  • Mercury
  • Polybrominated Biphenyls (PBB) atau
  • Polybrominated Diphenyl Ethers (PBDE)
  • Polychlorinated Biphenyls (PCB) atau
  • Polychlorinated Terphenyls (PCT)
  • Short Chained Chlorinated Paraffins
  • Bahan yang berbahaya bagi flora dan fauna
Bahan-bahan yang digunakan tidak dilarang dan sesuai batas Nokia Substance List.
Produk ini memenuhi persyaratan Energy Star dan EU Code of Conduct.
Charger AC-5: <300 mW tanpa konsumsi berlebih, rata-rata 3 dari skala 1 sampai 7, dimana 1 konsumsi maksimal (>500 mW) dan 7 minimal (0 mW)
Jangan membuang barang yang belum disortir ke tempat sampah. Untuk tempat pengumpulan perangkat dan aksesoris tidak terpakai terdekat Anda, silakan lihat Recycling Map dari Nokia untuk lebih dari 4500 tempat pengumpulan global di http://www.nokia.com/environment. Anda juga dapat selalu mengirim produk tidak terpakai Anda kepada kami dan kami akan melakukan daur ulang.
  • Semua bahan plastik dan metal telah ditandai untuk daur ulang apabila mungkin dilakukan. Bahan plastik ditandai sesuai standar ISO 11469 dan ISO 1043-1 to -4.
  • Semua bahan mekanis yang mengandung Magnesium (Mg) ditandai untuk memastikan uji coba End-of-Life yang efisien.
  • Produk telah ditandai sesuai persyaratan WEEE perintah untuk daur ulang.
  • Baterai dapat secara mudah dibuang tanpa alat untuk daur ulang.


Memori
  • Slot kartu memori microSD, hot swappable, maks. 8 GB
  • Ruang memori sampai 110 MB

Frekuensi operasi
  • Quad-band GSM 850/900/1800/1900
  • Beralih secara oromatis antara band GSM
  • Modus terbang

Jaringan data
  • GPRS kelas A, multislot kelas 32, kecepatan maksimum 100/60 kbps (DL/UL)
  • EDGE kelas A, multislot kelas 32, kecepatan maksimum 296/177.6 kbps (DL/UL)
  • WCDMA 900/2100 atau 850/1900 atau 850/2100
  • HSDPA, kecepatan maksimum 3.6 Mbps (DL)
  • WLAN 802.11b, 802.11g
  • Dukungan TCP/IP
  • Kemampuan untuk melayani sebagai modem data
  • Mendukung sinkronisasi MS Outlook dari kontak, kalender dan catatan

Konektivitas dan sinkronisasi lokal
  • Inframerah, kecepatan maksimum 115 kbps
  • Bluetooth versi 2.0 dengan Enhanced Data Rate
    - Profil Bluetooth: DUN, OPP, FTP, HFP, GOEP, HSP, BIP, RSAP, GAVDP, AVRCP, A2DP
  • Solusi tambahan yang memungkinkan integrasi ke infrastruktur perusahaan private branch exchange (PBX)
  • Dukungan MTP (Multimedia Transfer Protocol)
  • Dukungan cetak
  • Mendukung sinkronisasi SyncML lokal dan remote, iSync, Intellisync, ActiveSync
    - Mendukung sinkronisasi PC dengan Nokia PC Suite

Fitur panggilan
  • Speakerphone hands-free terintegrasi
  • Penjawab otomatis dengan headset atau car kit
  • Penjawab bebas
  • Panggilan tunggu, menahan panggilan, pengalihan panggilan
  • Pencatat waktu panggilan
  • Daftar panggilan keluar, masuk dan tidak terjawab
  • Panggilan ulang otomatis dan fallback
  • Panggilan cepat
  • Speaker dependent dan speaker independent voice dialing (SDND, SIND)
  • Dukungan Fixed dialing number
  • Getar (internal)
  • Tombol volume samping
  • Mute/unmute
  • Kontak dengan foto
  • Panggilan konferensi dengan sampai 6 peserta
  • Panggilan video
  • Push to talk
  • VoIP
  • Panggilan yang mudah secara langsung dari home screen (tidak tersedia di semua negara)

Olah pesan
  • SMS
  • Penghapusan multiple SMS
  • Pembaca pesan text-to-speech
  • MMS
  • Resize gambar untuk MMS otomatis
  • Olah pesan cepat OMA dan Presences Service
    - Instant Messaging client (OMA IMPS 1.2)
    - Aplikasi Windows Live Messenger*
    * Layanan tidak tersedia di semua negara
  • Broadcast seluler

E-mail
  • Protokol yang didukung: IMAP4, Mail for Exchange, POP3, SMTP
  • Mendukung lampiran e-mail
  • Dukungan IMAP IDLE
  • Mendukung Nokia Intellisync Wireless Email
  • Mendukung Nokia Mobile VPN

Web browsing
  • Bahasa markup yang didukung: HTML, XHTML, MP, WML
  • Protokol yang didukung: HTTP, WAP
  • Dukungan TCP/IP
  • JavaScript versi 1.3 dan 1.5
  • Nokia Mini Map Browser
  • Nokia Mobile Search

GPS dan navigasi
  • A-GPS terintegrasi
  • Aplikasi Nokia Maps

Fotografi
  • Kamera 3.2 megapiksel
  • Format gambar: JPEG/EXIF
  • CMOS sensor
  • 4x zoom digital
  • Fokus otomatis
  • Lampu kilat LED
  • Modus lampu kilat: aktif, non aktif, otomatis, pengurangan mata merah
  • Jarak operasi lampu kilat: 1 m
  • Modus pengaturan cahaya: otomatis, cerah, berpijar, fluoresen
  • Exposure otomatis terpusat di tengah; kompensasi exposure: +2 ~ -2EV pada 0.7 step
  • Modus tangkap: diam, urutan, self-timer, video
  • Modus pemandangan: otomatis, ditentukan pengguna, tegak, lansekap, malam, potret malam
  • Modus nada warna: normal, sepia, hitam & putih, negatif
  • Viewfinder dengan kolom layar penuh
  • Toolbar aktif
  • Tombol kamera khusus
  • Orientasi landsekap (horisontal)
  • Berbagi foto dengan Share on Ovi

Video
  • Kamera utama
    - Rekaman video sampai 320 x 240 piksel (VGA) dan sampai 15 fps
  • Sampai 4x zoom video digital
  • Kamera depan
    - Rekaman video sampai 128 x 96 piksel (QCIF) dan sampai 15 fps
  • Format file rekaman video: .mp4, .3gp; codec: H.263, H.264
  • Format rekaman audio: AMR, AAC stereo
  • Modus pengaturan cahaya video: otomatis, cerah, berawan, berpijar, fluoresen
  • Modus nada warna: normal, sepia, hitam & putih, vivid, negatif
  • Panjang klip (maksimum): 60 menit
  • RealPlayer
  • Format file playback video: .mp4, .3gp; codec: H.263, H.264, Real Video dan MPEG-4
  • Streaming video: .3gp, .rm , mp4
  • Playback video modus lansekap
  • Panggilan video: sampai 640 x 480 piksel QCIF sampai 15 fps
  • Nada dering video

Playback musik dan audio
  • Pemutar musik
  • Real player
  • Format file playback musik: AAC, AAC+, MP3, AMR-NB, AMR-WB
  • Format streaming audio: .rm, .eAAC+
  • Radio FM 87.5-108 MHz
  • Dukungan Visual Radio. Baca lebih lanjut: www.visualradio.com
  • Konektor AV Nokia 2.5 mm
  • Nokia Music Manager
  • Dukungan Nokia Podcasting
  • Nada dering: mp3, aac, 64-nada poliponik (25 nada built-in)

Rekaman suara dan audio
  • Perintah suara
  • Panggilan suara
  • Perekam suara
  • Format rekaman audio: AMR, AAC stereo
  • FR, EFR, WCDMA, and GSM AMR
  • Mikrofon digital
  • Text-to-speech

Personalisasi: profil, tema, nada dering
  • Profil yang dapat dipersonalisasi
  • Nada dering yang dapat dipersonalisasi
  • Nada dering video yang dapat dipersonalisasi
  • Mendukung nada dering berbicara
  • Tema yang dapat dipersonalisasi
  • Dua modus home screen yang dapat dipersonalisasi